Sekian Lama

26/11/10

hohohoho,
setelah sekian lama, akhirnya saya posting lagi,
setelah sekian lama, saya baru ingat kalau blog saya hancur,
setelah sekian lama, saya sadar kalau postingan saya yang lama tidak bermutu,
setelah sekian lama, ini postingan pertama saya yang tidak copas,
setelah sekian lama, saya baru bersyukur dulu ada tugas blogging,



hohohohoho,
setelah sekian lama, sekarang saya niat up date,
setelah sekian lama, saya berpikir keras mau diisi apa blog ini,
setelah sekian lama, saya belum tahu mau diisi apa,
setelah sekian lama, hemmm, setelah sekian lama!

LanJutT...

My Ummah by Sami Yusuf

06/01/09

My Ummah


My ummah, my ummah
He will say
Rasulullah on that day
Even though we’ve strayed from him and his way
My brothers, my sisters, in Islam
Let’s struggle, work, and pray
If we are to
Bring back the glory of his way



CHORUS:
Ya Allah ya rabbal ‘alamin
Ya rahmanu ya rahim ya rabbi
O Allah Lord of the Worlds
O Merciful and Beneficent
O my Lord
Let the Ummah rise again
Let us see daylight again
Once again
Let’s become whole again
Proud again
’Cause I swear with firm belief in our hearts
We can bring back the glory of our past

My ummah, my ummah
He will say
Rasulullah on that day
Even though we strayed from him and his way
Look at where we were
And look at where we are
And tell me
Is this how he’d want it to be?
Oh no! Let us bring back our glory

LanJutT...

Musthafa Chamran

28/12/08

Kuingin Ghadeh melihatku bak sebatag lilin lemah kecil
Yang menyala dalam gelap hingga akhir hayatnya,
Dan dia beroleh manfaat dari cahayanya tuk masa yang singkat.
Ku ingin dia merasakanku bak angin surgawi yang berhembus dari langit...
Yang membisikkan kata-kata cinta,
Dan terbang menuju kata tanpa batas.......


Bait puisi cinta di atas adlah milik Musthafa Chamran, seorang pejuang kemerdekaan dan tentara yang piawai dan masyhur dalam dua front prtempuran: Libanon selatan dan Iran. Kata-kata lembut dan romantis untuk sang kekasih, Ghadeh.Bila seorang pemuda bodoh dan cengeng melontarkan kata-kata seperti itu, mungkin biasa saja tapi, bila terucap dari lisan seorang pejuang tangguh yang dikenal baik oleh kawan ataupun lawan dan yang menghadapi kematian setiap hari, maka itu adalah hal yang luar biasa.


Begitulah Chamran, seseorang yang menghabiskan hari-harinya dalam kancah perjuangan dan medan pertempuran tapi masih mau menyisakan hati untuk kelembutan dan spiritualisasi.Chamran adalah seorang pemuda miskin yang mengabdikan seluruh hartanya demi pendidikan anak-anak di yayasan kecil di Selatan Libanon . Chamran mengikuti masa pertempuran di Libanon Selatan selama masa pendudukan Israel atas negeri itu dan bertemu dengan kekasih hatinya di negeri itu juga.

Chamran juga seorang ilmuwan Iran. Berbeda dengan para ilmuwan umumnya, Doktor Mustafa Chamran lebih memilih keluar dari laboratoriumnya yang nyaman dan terjun ke medan tempur untuk membela tanah airnya. Lahir pada tahun 1932 di Teheran, Doktor Chamran menuntut ilmu dibidang teknik elektro di Universitas Teheran. Ia kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Berkeley, Amerika Serikat. Di Universitas Berkeley, prestasinya terus menonjol bahkan sempat diangkat menjadi dosen

Kemudian ia memutuskan pergi ke Libanon untuk bergabung bersama pejuang Libanon, Musa Sadr, dan mendirikan Gerakan Kaum Tertindas yang bertujuan membela bangsa Libanon dan para pengungsi Palestina yang ditindas oleh rezim zionis. Dalam berjuang, Chamran selalu bergerak di bawah bayang kedua tokoh pemimpin pujaannya, Imam Khomeini dan Imam Ali bin Abi Thalib,tokoh-tokoh yang mampu memadukan dua hal yang bagi sebagian orang tampak bertentangan: kelembutan dan kekerasan, kezuhudan dan keksatriaan, tempat ibadah dan medan pertempuran.

Ketika Revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya pada 1979, Doktor Chamran kembali ke Iran dan diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Islam Iran. Ketika Irak menyerang Iran pada 1980, Doktor Chamran bergabung dengan para pejuang Iran untuk melindungi Republik Iran sampai akhirnya gugur di medan tempur.Chamran syahid meninggalkan seorang istri yang sangat setia dan sangat dicintainya. Walaupun Chamran telah tiada tapi perjuangan dan pengaruhnya tetap hidup.

Sebuah universitas didirikan untuk Chamran dan diberi nama Universitas syahid Chamran. Awanya akan dibuatkan juga patung untuknya tapi orang yang paling mengerti Chamran, yaitu istrinya melarang pembuatan itu, entah karena alasan apa. Nama Musthafa juga diabdikan pada jalan-jalan di sekitar Teheran, Iran.Namun, yang paling membekas dalam setiap orang yang pernah mengeal Chamran adalah upayanya menunjukkan jalan yang benar dan menunjukkan cahaya spiritualitas pada setiap orang. Seperti yang ia sebut dalam salah satu syairnya:

Mungkin kutak mampu usir gelap ini
Tapi denagn nyala nan redup,
Kuingin tujuk beda gelap dan terang,
Kebenaran dan kebatilan
Orang yang menatap cahaya, meski temaram...
Kan menyala terang di hatinya yang dalam


http://id.wikipedia.org/wiki/Mustafa_Chamran
Ja’fariyah, Habibah. Musthafa Chamran. Jakarta: Qorina. 2006

LanJutT...

Keajaiban Angka 1,618

27/12/08


Angka ini mungkin terlihat sebagai angka biasa tapi, angka ini sebenarnya merupakan angka yang istimewa. Dan Brown, dalam salah satu buku yang dikarangnya menyebut 1,618 sebagai angka tercantik dalam seni. 1,618 didapatkan dari deret angka Fibonacci, sebuah deret angka yang terkenal bukan hanya karena jumlah dari angka yang berdekatan sama dengan angka setelahnya, tetapi juga krena hasil bagi dari angka yang berdekatan memiliki sifat yang menakjubkan yaitu mendekati angka 1,618.


Para ilmuwan zaman dahulu menyebut angka 1,618 sebagai Proporsi Agung. Mereka memberi julukan seperti itu karena keberadaan angka 1,618 tersebar di alam. Tumbuhan, hewan dan bahkan manusia memiliki sifat dimensional yang melekat dengan kualitas keakuratan 1,618 dibanding satu.

Jika kita pernah mempelajari tentang lebah, kita akan mengetahui bahwa jumlah lebah betina selalu lebih banyak dari lebah jantan dan kalau kita membagi jumlah lebah betina dengan jumlah lebah jantan di setiap sarang maka kita akan mendapatkan angka 1,618. Rasio tiap diameter spiral ke spiral berikutnya pada kerang laut spiral juga menunjukkan angka 1,618.


Bunga cemara berspiral, susunan daun pada tumpukan tumbuhan, segmentasi serangga, semuanya memperlihatkan kepatuhan yang mengagumkan pada angka 1,618. Angka tersebutjuga tidak memberi pengecualian pada tubuh kita. Jika kita ukur jarak puncak kepala ke lantai, kemudian membaginya dengan jarak dari pusar ke lantai maka yang akan kita dapatkan adalah angka yang mendekati 1,618.


Bagaimana dengan anggota tubuh yang lain? Ukur jarak dari bahu ke ujungjari kita lalu bagi dengan jarak dari siku ke ujung jari. Kita dapat 1,618. Yang lain? Paha ke lantai dibagi dengan lutut ke lantai. 1,618. Ruas jari, jemari kaki,divisi tulang belakang, semua mengarah ke 1,618. sebenarnya, saya juga belum pernah membuktikan kebenarannya. Jadi bagi kalian yang tertarik, silahkan saja buktikan sendiri.

LanJutT...

Lirik Thank You

THANK YOU

My tea's gone cold, I'm wondering why
I got out of bed at all
The morning rain clouds up my window
and I can't see at all
And even if I could it'd all be grey,
but your picture on my wall
It reminds me that it's not so bad,
it's not so bad


I drank too much last night, got bills to pay,
my head just feels in pain
I missed the bus and there'll be hell today,
I'm late for work again
And even if I'm there, they'll all imply
that I might not last the day
And then you call me and it's not so bad,
it's not so bad and

I want to thank you
for giving me the best day of my life
Oh just to be with you
is having the best day of my life

Push the door, I'm home at last
and I'm soaking through and through
Then you hand me a towel
and all I see is you
And even if my house falls down,
I wouldn't have a clue
Because you're near me and

I want to thank you
for giving me the best day of my life
Oh just to be with you
is having the best day of my life

LanJutT...